Senin, 29 Oktober 2012

Fashion Tak Pandang Usia

Oleh Anisa Huda Ningtyas



Bulan Oktober ini merupakan bulan yang bersejarah bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena di bulan ini kaum melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu ibadah haji. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam merupakan agama yang tidak mengenal status social ketika terjadi kesetaraan aktivitas saat manasik haji.
Suara Takbir keliling diiringi tabuhan bedug telah terdengar disetiap penjuru tempat, menunjukkan akan datangnya hari raya kurban. Seluruh masyarakat menyambut hari raya ini dengan suka cita. Suara takbir yang bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung dan tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah Tuhan semesta alam.
Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Bila Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, tetapi dalam Idul Adha tidak demikian. Idul Adha lebih berupa kesadaran sejarah akan kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail. Oleh karena itu dihari tersebut ibadah yang paling utama adalah menyembelih kurban sebagai bantuan terhadap orang-orang miskin.
Dihari raya ini masyarakat mengenakan pakaian terbaik mereka, tidak kalah dengan pakaian yang dikenakan pada hari raya Idul Fitri. Bahkan ada sebagian masyarakat sengaja membeli baju baru untuk hari raya Idul Adha seperti tradisi yang dilakukan ketika akan menyambut hari raya Idul Fitri. Para pria terlihat gagah dengan mengenakan pakaian yang rapi, para wanita pun tidak kalah gaya dengan mengenakan pakaian yang menjadi trend masa kini walaupun tetap tidak mengurangi makna Islami didalamnya.
Seperti dikatakan Ibu Arum, bahwa untuk cantik dengan mengenakan pakaian yang trendy itu tidak harus saat hari penting saja melainkan dapat juga saat akan berangkat kerja atau jalan-jalan. Dan yang paling utama fashion itu tidak pernah memandang umur, mau remaja, ibu-ibu sampai orang tua pun tetap bisa tampil trendy. “Walaupun sudah punya putra tapi tetap gaya”, tambah ibu Arum.


Enaknya “Kamera Saku”


Oleh Arifin
Perkembangan dunia Fotografi, terus berkembang mengikuti perkembangan tekologi. Kini kamera Single-Lens Reflex (SLR) telah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari dunia ini. Hanya saja penjualan kamera SLR masih kalah dengan kamera pocket atau kamera saku.

“Penjualan terbanyak tetap di pasar kamera pocket,” menurut penjual camera di salah satu gerai di Jogja Tronik, Yogyakarta, Senin (25/10/2012).

Menurutnya, kamera saku ini lebih flexibel dibawa dan mudah dioperasionalkan. Bahkan semua jenjang usia bisa menggunakan kamera ini diberbagai keperluan. Ini berbeda dengan kamera SLR yang butuh ketelitian untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Untuk pocket kita bisa jual lebih banyak dari kamera SLR,” jelasnya.
Saat ini yang banyak dicari adalah kamera pocket yang memiliki megapixel tinggi, agar bisa dipakai di tempat gelap.

Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan pasar kamera SLR yang bagus. Ini tidak lepas dari banyaknya mahasiswa yang menimba ilmu. Mahasiswa lebih tahu tehnik, jadi mereka suka kamera SLR, tetapi belum banyak yang mampu membeli kamera SLR.

Jas dan Kokoh yang Elegan

Oleh Adi Supriyanto



Umat muslim sedunia sedang lebaran idul Adha yang sering disebut hari kurban. Hari raya ini datang setahun sekali dan disertai dengan musim haji sebagai rukun Islam kelima. Pada pagi harinya disunnahkan untuk menunaikan sholat Idul Adha berjama’ah di masjid-masjid terdekat. Qurban yang dimaksudkan tersebut adalah menyembelih hewan korban seperti kambing, sapi, kerbau dan unta (untuk masyarakat Arab). Diwajibkan bagi mereka yang secara ekonomi mampu untuk membeli dan menyembelih hewan korban pada hari Idul Adha. Selain bersedekah juga untuk membantu mereka yang secara ekonomi kurang mampu dan mensejahterakan masyarakat sekitar agar mereka ikut merasakan kebahagiaan yang kita miliki semua sebagai umat Muslim.
            Dengan tradisi seperti ini masyarakat indonesia khususnya orang muslim tidak terlepas dari gaya busana pakaian muslim untuk menyambut hari raya idul adha. Mulai dari busana muslimah untuk perempuan dan muslim bagi yang laki-laki. Pada dasarnya dalam dunia fashion seorang perempuan itu lebih utama dalam penampilan maupun gaya, akan tetapi tahun-tahun ini seorang laki-laki pun ikut serta dalam trend masa kini.
            Model busana jas semi kokoh ini sedang hangat dikalangan pria muslim dalam melaksanakan ibadah maupun pada hari raya. Motif ini memiliki makna kewibawaan seseorang ketika memakai pakaian tersebut. Dengan warna yang tidak mencolok dan teduh dilihat oleh mata membutanya digemari oleh kalangan laki-laki dalam beribadah. “Saya merasa lebih dewasa ketika memakai pakaian ini, elegan, dan nyaman dalam melaksanakan aktivitas beribadah. Jas semi kokoh ini bisa digunakan dimanapun tempat dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar jadi saya lebih memilih busana ini karena mempunyai beberapa manfaat”, ujar Muhammad Fajar santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L Krapyak Yogyakarta.

Kamera Semanis Coklat


Oleh Tya Oktaviana
Memiliki kamera profesional tentu menjadi barang wajib bagi pecinta seni fotografi. Namun bagaimana jika buah hati anda yang menginginkannya?. Tentu bukan perkara mudah bagi orang tua untuk mewujudkan keinginan si buah hati mempunyai kameranya sendiri, terlebih untuk ukuran kamera DSLR yang harganya jutaan rupiah. Meski demikian bagi anda orang tua yang putra putrinya berjiwa fotografer, anda tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam. Dengan modal delapan ratus ribu saja, anda sudah dapat memfasilitasi mereka berpetualang mencari objek yang menarik untuk difoto. Ya, dengan Fujifilm Instax Mini 7s Choco, mengabadikan gambar semanis coklat.
Kamera jenis polaroid ini kembali muncul bersaing di jamannya kamera era digital. Kamera instan yang langsung menghasilkan gambar usai dijeperet ini, nyatanya masih banyak diminati oleh sebagian orang. Ifadah Putri Nirmala misalnya, gadis belia ini genap dua tahun memiliki kamera jenis polaroid yang mampu menghasilkan gambar sebesar kartu kredit hanya dalam beberapa menit saja. Ia menuturkan bahwa kamera polaroid lebih disukainya dibandingkan kamera digital karena lebih cepat dalam menghasilkan gambar, sehingga tidak perlu repot-repot ke studio foto untuk mencetaknya. Selain itu sangat praktis dan modelnya anak muda banget, tambahnya.
Rupanya Fujifilm Meretro teknologi kamera polaroid lebih praktis dan instan dalam menghasilkan cetakan foto. Menurut Choiron, salah seorang pecinta kamera ketika ditemui memaparkan bahwa langkah yang diambil fujifilm memproduksi kembali jenis polaroid merupakan langkah berani mengingat trend alat penangkap gambar cenderung pada pengembangan kamera digital dengan memperbesar hasil resolusi gambar (megapixel). Bila Kodak Eastmen yang berusia 131 tahun sebagai pionir alat fotografi diambang penutupan, justru fujifilm terus bisa bertahan dengan inovasinya yang tidak bisa dipandang remeh, tambahnya.
Namun sayang, disamping model, bentuk, dan warna yang cocok untuk anak-anak, harga kertas kamera polaroid ini masih tetap mahal seperti generasi sebelumnya. Kertas foto untuk seri 7s (ukuran kartu ATM), tiap kotak isi 10 dibanderol 100.000 warna putih polos. Sementara kertas berwarna dihargai 125,000 per kotaknya. Artinya untuk tiap lembarnya seharga 10,000. Bandingkan dengan cetak foto distudio ukuran 3R yang tidak lebih dari 2,000. Tentu kertas polaroid ini masih terhitung amat mahal.

Senin, 22 Oktober 2012

Modal Limbah Raup Rupiah


Oleh Tiya Oktaviana
Siapa bilang limbah itu sampah? Ditangan seorang ibu rumah tangga asal Magelang, limbah kain perca disulap menjadi aksesoris jilbab yang cantik dan unik. Sebut saja Emma, pemilik Al-Munawaroh ini tak hentinya selalu mencari ide - ide baru untuk mengkreasikan berbagai benda yang sudah tidak produktif untuk dijual dan didaur ulang sedemikian rupa menjadi barang siap jual kembali. Melalui tangannya kini ia telah memiliki banyak koleksi aksesoris berbahan dasar kain atau yang sering disebut korsase. Tidak sulit membuat korsase ini. Bahan utama yang dibutuhkan adalah kain itu sendiri.
Tidak semua jenis kain bisa dijadikan korsase. Tergantung ketebalan dan kelenturan kain tersebut untuk dibentuk menyerupai bentuk yang diinginkan. Jenis kain yang biasa digunakan adalah sifon dan paris. Emma menuturkan bahwa kain jenis sifon dan paris akan sangat mudah untuk dibentuk dengan kreasi yang kita inginkan, selain itu tingkat ketebalan yang rendah mempermudah proses  penjahitan sehingga tidak merusak kain itu sendiri.
Bahan-bahan lain yang dibutuhkan adalah kain flanel. Kain jenis ini memiliki ketebalan yang bagus untuk dimanfaatkan sebagai dasar atau alas kain yang akan dibuat korsase. Penggunaan kain flanel ini bertujuan memberikan daya kuat terhadap korsase bunga sehingga nantinya ketika sudah terbentuk dia tidak mudah rusak oleh sentuhan tangan. Peralatan yang digunakan diantaranya gunting, alat jahit seperti jarum, benang, lem tembak, dan peniti. Selain kain flanel, korsase juga harus dijahit dan di lem untuk menambah daya kuat sehingga lebih awet. Proses menjahit diperlukan saat membentuk kain menjadi bunga, sementara lem digunakan untuk mengelem peniti pada kain flanel.
Dari bisnis ini, wanita yang tengah menanti putera keduanya ini mengaku mampu meraup jutaan rupiah hanya dengan berjualan korsase. Saat ini ia telah membuka stand diberbagai mal seperti mal malioboro, galeria mal, ramai pusat belanja, dan mengikuti berbagai pameran yang ada, seperti pameran solo, GOR UNY, pameran Mandala Bakti Wanitatama, dll. Bahkan ketika liburan tiba ia mampu mendulang puluhan juta rupiah setiap event pameran.

Ketika HP Tak Lagi di Genggam


Oleh Taufiqurrahman
Ketika inovasi tak lagi mampu dibendung, dan kreativitas selalu membuncah. Maka karya-karya unik dan praktis akan bermunculan. Seperti jamur dimusim penghujan.
Ungkapan ini sering terjadi dalam dunia gadget. Salah satunya adalah inovasi jam tangan. Mulai jam tangan klasik sampai jam tangan modern akan mudah anda saksikan di toko-toko gadget. Berbagai keunggulan dan spesifikasi menjadi ciri khas model jam tangan.
Terayar adalah jam tangan handphone (HP). “Kalau HP ada jam tangannya itu udah lumrah, tapi kalau jam tangan bisa buat sms-an dan nelpon itu baru istimewa” tutur Jamaluddin.
“Ini adalah perkembangan teknologi yang kreatif, unik dan cerdas. Si pembuat mampu membaca peluang dan memiliki jiwa inovasi yang tinggi” tambah mahasiswa Ilmu Hukum, semester 5 ini.
Sementara dari segi fitur dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengguna tidak jauh berbeda dengan handphone pada umumnya. Misalnya, Brand Handphone China Aoke 09 dan Mito S500. Kedua hanphone pabrikan Cina inilah yang mempelopori jam tangan HP.
Jam tangan HP Aoke 90, selain dapat digunakan sms dan nelpon juga memiliki fungsi multimedia seperti kamera, rekam suara maupun video, mp3, mp4 bahkan dapat digunakan sebagai flasdiks melalu kabel data.
Untuk yang suka e-book dan internetan, dan penggila game, jam tangan HP ini juga memfasilitasinya. “Selain itu, bisa juga tuch buat gaya-gayaan. Seperti intelejen gitu,” kata Wahidatul Qomaryah, sambil ketawa.
Menurut Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2010 ini, kehadiran jam tangan HP sebagai solusi untuk orang yang suka ngobrol sambil berkendaraan. “saya pernah baca di internet, jam tangan HP ini juga mempunyai headset bluetooth di telinga. jadi sebelum pake helm, pasang tuh headseat” tambahnya.
Begitupula jam tangan handphone ini cocok bagi orang yang merasa repot memasukkan handphone saku, sering menjatuhkan handphone dan pelupa, karena tinggal mengikatkan di tangan. Aman.


Mukena Parasit, Simpel dan Irit


Oleh Irma Suryani, Bagi anda wanita yang mempunyai aktivitas mobile yang tinggi, mungkin akan kerepotan tiap kali melaksanakan shalat wajib. Beruntung bila menemukan tempat ibadah yang nyaman dan aman, termasuk pula kelengkapan fasilitas pakaian ibadah wanita yang biasa disebut mukena.
Keberadaan mukena menjadi salah satu faktor kenyamanan ibadah, seperti penuturan Fitri Handayani, “mushola yang bagus itu bila tempat wudu bersih tertutup dan ada mukena yang layak pakai”. Menurut pengalaman mahasiswi UAD tingkat akhir ini, seringkali menemukan masjid tanpa ketersediaan mukena yang memadai, baik dari kurangnya jumlah, maupun kondisi yang sudah kotor, sehingga memaksa Fitri untuk membawa mukena sendiri.
Membawa pakaian ibadah pribadi menjadi pilihan tersendiri bagi yang tidak ingin mendapati fasilitas masjid kurang memuaskan. Beberapa tahun yang lalu hanya tersedia jenis mukena berbahan katun yang tebal dan berat. Kini sudah tersedia banyak jenis mukena yang lebih ringan yang biasa disebut mukena airbrush parasit.
Seorang karyawati Raja Murah Putra, Susi Setyawati memaparkan bahwa mukena parasit merupakan jenis yang banyak dicari mahassiwa dan pelajar. Selain harganya yang miring, juga berbahan mengkilap yang bisa memberi kesan mewah. Bentuk yang ringan membuatnya mudah dibawa kemanapun berada. “mukenanya ga berat dan ga memenuhi tas”, ujar waitress yang baru 2 (dua) bulan bergabung dengan toko jilbab dan aksesoris muslim ini.
Lebih lanjut Susi mengutarakan bahwa warna yang banyak digemari adalah coklat muda, merah maroon, dan toska, menyusul kemudian warna hijau muda, merah jambu, dan ungu. “Warna tersebut banyak dipilih karena memberi kesan lembut dan sesuai dengan tipe perempuan yang suka dengan warna warni cerah”, lanjutnya.
Disamping kelebihannya yang simpel dan harga relatif terjangkau, barang ini mempunyai kelemahan yang tidak dapat dipungkiri. Bahan yang terlalu tipis memungkinkan lebih cepat robek, rusak, dan tidak tahan dengan panas setrika sehingga tidak dianjurkan untuk  menyeterika mukena ini. Oleh karena itu, dengan perawatan yang tepat diharapkan lebih bisa memperpanjang umur pemakaian.
Berbicara mengenai harga, toko yang terletak di Jl. Gejayan ini memasang tarif Rp 23.000,00 untuk mukena berukuran kecil dan Rp 35.000,00 untuk ukuran lebih besar. Semua bahan mukena parasit adalah sama sehingga harga hanya ditentukan dari besar kecilnya ukuran. “Yang besar dengan yang kecil itu kan pasti beda harganya, mbak”, pungkasnya seraya tersenyum.


Mencegah Itu Lebih Mudah


Oleh Zaka Putra Ramdani, Siapa yang tidak menginginkan fisik dan mental yang kuat. Perawatan kesehatan nampaknya bukan barang langka lagi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dalam rangka menghindari agar jangan sampai tubuh ini terkena penyakit.  Banyak orang melakukan beragam aktifitas untuk mendukung agar dirinya tetap fit dan semangat setiap hari. Dengan berolah raga, periksa ke dokter ahli, dan mengkonsumi berbgai vitamin dan buah-buahan. Nampaknya prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati memang menjadi acuan praktis kehidupan yang produktif agar terhindar dari human error.
Begitu juga dengan beragam peraangkat gadget yang ada di sekeliling anda. Handphone, komputer, dan laptop, misalnya. Untuk menghindari kerusakan, wajib bagi anda untuk merawat mereka dalam penggunaanya. Tentu untuk untuk antisipasi agar jangan sampai kita merogoh saku dalam-dalam hanya karena perangkat gadget anda rusak. Semakin kompleks tingkat penggunaan perangkat gadget tanpa adanya usaha perawatan dan penggunaan yang aman maka semakin besar peluang gadget yang anda miliki mengalami kerusakan. Kalimat tersebut dijelaskan Wawan, salah seorang teknisi software dan hardware gadget saat ditemui di ELHA service center, Jl. Gejayan, Yogyakarta.
Seperti Blackberry misalnya atau beberapa produk handphone terbaru yang menggunakan Operating System (OS) Windows dengan akses touchscreen sering sekali menjadi ‘pasien’ di klinik handphone yang ia kelola. “Penyebab kerusakan kebanyakan dikarenakan si pengguna atau pemiliknya sendiri”, jelas Wawan. Ketidakhatian konsumen dalam mengakses setiap fitur menjadi pemicu mengapa handphone kerap hang atau error. Tidak hanya yang harganya murah, mereka seperti BB, Android, Samsung Galaxy, bahkan hingga yang berwujud PC Tablet pun memiliki resiko kerusakan yang sama jika si pengguna tidak bijkasana dalam penggunaan. Penyebabnya beragam seperti sensitive pad yang sering terkena air pada Blackberry, peletakan pada saku-saku yang ketat untuk gadget touchscreen, dan penggunaan fitur dengan melebihi kapasitas memori handphone. “Konsumen awam biasanya sering coba-coba menggunakan fitur tanpa sepengetahuan mereka padahal itu bisa mengakibatkan kerusakan”, imbuhnya di sela-sela pembicaraan.
Untuk meminimalkan resiko kerusakan pada perangkat gadget yang anda miliki tentu haruslah didukung pengetahuan yang memadai. Kepada konsumen, pengelola outlet service handphone di bawah naungan Yayasan Lentera Hati ini berpesan kebanyakan kerusakan perangkat gadget dikarenakan kurangnya perawatan oleh penggunanya. “Jangan hanya menggunakan BB, Android, dan sejenisnya hanya karena gengsi dan ikut-ikutan, tapi gunakanlah mereka dengan ilmu”, tutupnya.